Rabu, 13 Mei 2015

Princess | part 1



Jelajahi dunia dengan membaca. Baca apapun yang ingin kau baca. Temukan suatu makna hidup didalamnya. Selamat membaca.



Novender, 100 tahun yang lalu...

Kicauan merdu burung gereja menghiasi pagi di langit Novonder­, sebuah kerajaan kecil—yang kaya dan damai—yang berada di tengah-tengah Eropa. Pagi itu, rerumputan masih basah karena embun. Kuda-kuda milik kerajaan merumput di perbukitan di sebelah barat daya istana. Seorang gadis kecil menunggangi kuda putihnya dengan gagah. Ia menarik tali kekang kudanya, lantas melompat.

Dari atas bukit, gadis itu memandangi sebuah istana besar yang bersebelahan dengan wilayahnya. Wajahnya berubah gembira. Ia selalu mendengar dari para pelayan-pelayan istana bahwa Kerajaan Vlosco adalah kerajaan besar dengan pangeran-pangeran tampan yang selalu menjadi pembicaraan seluruh negeri.

“saat aku besar nanti, aku harus kesana.” Desisnya sambil tersenyum. Matanya menatap tajam ke arah pucuk istana.

***

Seorang laki-laki tampan berdiri di jendela besar istana. Ia menatap tajam pegunungan yang berjajar jauh di hadapannya itu.

“Yang Mulia, Baginda Raja memanggil anda.” Kata seorang laki-laki tua dengan kumis tebal yang memutih.
Laki-laki tampan itu bergerak menuju tempat raja. Ia masuk dan menghadap ayahnya, Raja Jester.

“Ada apa ayah memanggilku?”

“Kau lupa, hari ini kau harus belajar memanah bersama pangeran Vlosco.” Kata ayahnya.
Tiba-tiba seorang gadis menyeruak masuk ke dalam ruangan itu sambil berlari-lari dengan riangnya. Ia memeluk lengan ayahnya.

“Aku ikut. Aku ikut. Aku mau belajar memanah juga.” Rengeknya.

“Rebbeca...” Raja Jester dan Pangeran berucap hampir bersamaan.
Gadis kecil itu kemudian diam. Wajahnya berubah keras, lalu ia menangis dan berjalan keluar dengan gontai. Ayahnya merasa kasihan, begitu pula dengan kakaknya.

“Ayah, aku akan menjaganya.” Kata Pangeran Lord mencoba membujuk ayahnya agar mengijinkan adik tercintanya untuk ikut latihan memanah.

***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar